Wednesday, October 19, 2011

Pesan & Peringatan Tuhan Di Akhir Zaman

Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.

TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?

Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.

Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.

Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.

Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.

Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.

Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;

Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"

‎"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"

Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨

Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."

Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.

Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.

SILAHKAN DIBAGI-BAGIKAN KEPADA SIAPAPUN SAJA KEPADA TEMAN SAHABAT SAUDARA DAN HANDAI TAULAN... SAMPAIKANLAH KEPADA DUNIA BIAR MEREKA MELIHAT DAN MENGERTI BAHWA TUHAN SUDAH DEKAT DAN BIARLAH KITA DENGAN IMAN PERCAYA YAKIN TURUT MENGAMBIL BAGIAN MENJADI PENJALA-PENJALA MANUSIA DI AKHIR JAMAN INI,,,, HALELUYA TERPUJILAH NAMA YESUS DAN MARI TERUS KITA TINGGIKAN DAN MULIAKAN DIA,, HANYA BAGI YESUS SEGALA HORMAT DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA...♥♥♥ dengan kasih saya kepada anda semua sahabat-sahabat didalan YESUS,,, =)

Read more...

Tuesday, October 4, 2011

A Letter from "Mom n Dad"...

My child,

When I get old, I hope you understand 'n have patience with me
In case I break the plate, or spill soup on the table because I’m losing my eyesight, I hope you don’t yell at me.
Older people are sensitive, always having self pity when you yell.
When my hearing gets worse 'n I can’t hear what you’re saying, I hope you don’t call me ‘Deaf!’
Please repeat what you said or write it down.




I’m sorry, my child.
I’m getting older.
When my knees get weaker, I hope you have the patience to help me get up.
Like how I used to help you while you were little, learning how to walk.
Please bear with me, when I keep repeating myself like a broken record, I hope you just keep listening to me.
Please don’t make fun of me, or get sick of listening to me.

Do you remember when you were little 'n you wanted a ballon? You repeated yourself over 'n over until you get what you wanted.
Please also pardon my smell. I smell like an old person.Please don’t force me to shower.
My body is weak.
Old people get sick easily when they’re cold. I hope I don’t gross you out.

Do you remember when you were little? I used to chase you around because you didn’t want to shower.
I hope you can be patient with me when I’m always cranky. It’s all part of getting old.
You’ll understand when you’re older.
'n if you have spare time, I hope we can talk even for a few minutes.
I’m always all by myself all the time, 'n have no one to talk to.
I know you’re busy with work.
Even if you’re not interested in my stories, please have time for me.

Do you remember when you were little? I used to listen to your stories about your teddy bear.
When the time comes, 'n I get ill 'n bedridden, I hope you have the patience to take care of me.
I’m sorry if I accidentally wet the bed or make a mess.
I hope you have the patience to take care of me during the last few moments of my life.
I’m not going to last much longer, anyway.
When the time of my death comes, I hope you hold my hand 'n give me strength to face death.

'n don’t worry..
When I finally meet our creator, I will whisper in his ear to bless you. Because you loved your Mom 'n Dad.
Thank you so much for your care.
We love you. ! ♥

Read more...

Monday, October 3, 2011

KISAH YANG SANGAT MEMILUKAN!

KISAH YANG SANGAT MEMILUKAN!

Anak perempuan kecil yang malang ini memberitahukan ibunya,"Mama, aku baru saja melukis memakai lipstik mama".



Ibunya yang mendengar hal itu lalu melihat lipstik mahal yang baru saja dibelinya telah tinggal setengah dan wajah dan tangan dan baju anak perempuan telah belepotan dengan lipstik tersebut. Dengan sangat marah, ibu itu mengamuk dan memukul anak perempuan kecil yang malang tersebut tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya.

Kemudian setelah berhasil melampiaskan emosinya, ibu ini baru sedar bahawa anak perempuannya sudah tidak bergerak lagi. Ia pun menggoncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya.

Tapi terlambat,..... jantung anak perempuan itu telah berhenti berdetak.
Dan saat sang ibu melihat ke cadar tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan tinta lipstik merah yang tertulis: "Mama, aku sangat mencintaimu".

KONGSIKAN INI BAGI MENUNJUKKAN BAHAWA ANDA MENENTANG KEKERASAN PADA KANAK-KANAK.

Read more...

Wednesday, September 28, 2011

IT WILL RAIN ~ BRUNO MARS

New number from Bruno Mars ~ It Will Rain

Read more...

I LOVE YOU & I MISS YOU MOMMY


This is a Story...Please read this!



Hi, Mommy.


... ...I'm your baby. You don't know me yet, I'm only a few
weeks old. You're going to find out about me soon, though, I promise.
Let me tell you some things about me. My name is John, and I've got
beautiful brown eyes and black hair. Well, I don't have it yet, but I
will when I'm born. I'm going to be your only child, and you'll call me
your one and only. I'm going to grow up without a daddy mostly, but we
have each other. We'll help each other, and love each other. I want to
be a doctor when I grow up.



You found out about me today, Mommy! You were so excited, you couldn't
wait to tell everyone. All you could do all day was smile, and life was
perfect. You have a beautiful smile, Mommy. It will be the first face I
will see in my life, and it will be the best thing I see in my life. I
know it already.


Today was the day you told Daddy. You were so excited to tell him about
me! ...He wasn't happy, Mommy. He kind of got angry. I don't think that
you noticed, but he did. He started to talk about something called
wedlock, and money, and bills, and stuff I don't think I understand
yet. You were still happy, though, so it was okay. Then he did
something scary, Mommy. He hit you. I could feel you fall backward, and
your hands flying up to protect me. I was okay... but I was very sad
for you. You were crying then, Mommy. That's a sound I don't like. It
doesn't make me feel good. It made me cry, too. He said sorry after,
and he hugged you again. You forgave him, Mommy, but I'm not sure if I
do. It wasn't right. You say he loves you... why would he hurt you? I
don't like it, Mommy.



Finally, you can see me! Your stomach is a little bit bigger, and
you're so proud of me! You went out with your mommy to buy new clothes,
and you were so so so happy. You sing to me, too. You have the most
beautiful voice in the whole wide world. When you sing is when I'm
happiest. And you talk to me, and I feel safe. So safe. You just wait
and see, Mommy. When I am born I will be perfect just for you. I will
make you proud, and I will love you with all of my heart.



I can move my hands and feet now, Mommy. I do it because you put your
hands on your belly to feel me, and I giggle. You giggle, too. I love
you, Mommy.



Daddy came to see you today, Mommy. I got really scared. He was acting
funny and he wasn't talking right. He said he didn't want you. I don't
know why, but that's what he said. And he hit you again. I got angry,
Mommy. When I grow up I promise I won't let you get hurt! I promise to
protect you. Daddy is bad. I don't care if you think that he is a good
person, I think he's bad. But he hit you, and he said he didn't want
us. He doesn't like me. Why doesn't he like me, Mommy?



You didn't talk to me tonight, Mommy. Is everything okay?



It's been three days since you saw Daddy. You haven't talked to me or
touched me or anything since that. Don't you still love me, Mommy? I
still love you. I think you feel sad. The only time I feel you is when
you sleep. You sleep funny, kind of curled up on your side. And you hug
me with your arms, and I feel safe and warm again. Why don't you do
that when you're awake, any more?



I'm 21 weeks old today, Mommy. Aren't you proud of me? We're going
somewhere today, and it's somewhere new. I'm excited. It looks like a
hospital, too. I want to be a doctor when I grow up, Mommy. Did I tell
you that? I hope you're as excited as I am. I can't wait.



...Mommy, I'm getting scared. Your heart is still beating, but I don't
know what you are thinking. The doctor is talking to you. I think
something's going to happen soon. I'm really, really, really scared,
Mommy. Please tell me you love me. Then I will feel safe again. I love
you!



Mommy, what are they doing to me!? It hurts! Please make them stop! It
feels bad! Please, Mommy, please please help me! Make them stop!



Don't worry Mommy, I'm safe. I'm in heaven with the angels now. They
told me what you did, and they said it's called an abortion.



Why, Mommy? Why did you do it? Don't you love me any more? Why did you
get rid of me? I'm really, really, really sorry if I did something
wrong, Mommy. I love you, Mommy! I love you with all of my heart. Why
don't you love me? What did I do to deserve what they did to me? I want
to live, Mommy! Please! It really, really hurts to see you not care
about me, and not talk to me. Didn't I love you enough? Please say
you'll keep me, Mommy! I want to live smile and watch the clouds and
see your face and grow up and be a doctor. I don't want to be here, I
want you to love me again! I'm really really really sorry if I did
something wrong. I love you!





I love you, Mommy.



Every abortion is just…



One more heart that was stopped.

Two more eyes that will never see.

Two more hands that will never touch.

Two more legs that will never run.

One more mouth that will never speak.



If you’re against abortion,Like and share this

Read more...

Wednesday, September 21, 2011

SALIB BELIA SYD 3 KE CHAPEL ST.WILLIAM KG.TEMPASUK 1

Pada 17hb September lalu , Salib Belia (SYD 3) telah selamat tiba di Chapel St.William.
Salib tersebut dijadualkan tiba di chapel kami pada pukul 5 petang . Tetapi disebabkan ada sedikit masalah , rombongan dari Santa Maria Ratu , Bangkahak telah lewat samapi ke Chapel iaitu pada pukul 7 malam. Seawal 4.30 petang , umat telah mulai datang ke chapel untuk bersama-sama menyambut Misa Salib Belia yang dimisakan oleh Rev.Fr.Federic Ben Raymond.









Hampir seminggu persiapan telah dibuat oleh belia dan juga umat yang lain. Antara persiapan tersebut adalah mebuat pembersihan kawasan chapel, dalam dan luar chapel, merangka rancangan pada hari tersebut dan banyak lagi. Bagi belia sendiri ialah persiapan dari segi liturgi , koir , peralatan audio visual, peralatan musik, mazmur , dan macam-macam lagi, dan yang penting persiapan dari segi rohani dan jasmani untuk menyambut Tuhan Yesus yang telah bangkit dari Salib tersebut telah lama dilakukan.Pelbagai permohonan dan luahan yang telah dirancang mungkin untuk dititip di hadapan Salib terseut.





Salib SYD yang disambut itu sebenarnya meng war warkan bahawa akan ada perhimpunan besra bagi belia-belia Sabah pada tahun hadapan iaitu di Toboh , Tambunan. Persediaan awal ini diharapkan akan menyemarakkan lagi semangat para belia agar dapat menyediakan apa yang diperlukan sempena SYD 3 di Tambunan kelak.





Tepat pada pukul 7 petang , dengan ditemani hujan yang renyai-renyai , rombongan Bangkahak telah selamat tiba di chapel St.William , para belia dan umat di St.William telah sedia sepenuhnya memikul tanggungjawab selama mungkin 15 jam sebelum Salib tersebut diserahkan ke destinasi seterusnya di Chapel St.Dominic Tambulion. Salib tersebut telah disambut dengan umat yang agak banyak dan dengan iringan okestra tradisional iaitu Bertitik ataupun Mohnuntung dalam bahasa Dusunnya.




Belia dari Santa Maria Ratu , Bangkahak kelihatannya gembira dan kepuasan jelas diwajah mereka serta umat-umat dari Bangkahak. acara seterusnya ialah Misa dan sebaik sahaja Misa telah tamat , jamuan pun diadakan bagi menyambut rombongan dan juga umat St.william sendiri.

Persembahan

Acara seterusnya ialah persembahan yang dipersembahkan dari Santa Maria Ratu, Bangkahak dan seterusnya persembahan balas dari belia St.William. Tiada informasi yang memberitahu kami akan ada slot persembahan , jadi belia St.william terpaksa membuat persembahan 'terjun' iaitu membuat tarian Suamzau sahaja. Acara diteruskan dengan persembahan yang diajar dari belia St.Edmund yang hadir bersama.

Menjaga Salib

Belia yang lain datang semula ke Chapel selepas balik untuk membersihkan diri pada pukul 9.30 , bukan belia sahaja tetapi umat-umat yang lain pun turut datang. Ada yang datang semata-mata ingin berdoa di hadapan Salib tersebut untuk memanjatkan doa-doa dan permintaan. Bagi belia sendiri , aktiviti-aktiviti seperti nyanyian , belajar aksi lagu tema , dan latihan untuk persembahan juga dilakukuan. Rancangan untuk menonton wayang tidak dapat dilakukan kerana kesuntukan masa. aktiviti-aktiviti belia diberhentikan pada pukul 3.30 pagi , dan diminta untuk merehatkan diri , iaitu tidur kerana keesokan paginya Salib tersbut akan dihantar ke destinasi seterusnya.

Menghantar Salib ke Chapel St.Dominic Tambulion

Seawal 9 pagi umat telah berkumpul di chapel untuk bersama sama menghantar salib SYD 3 ke chapel St.Dominic Tambulion , seramai lebih kurang 50 orang dari rombongan St.William telah selamat sampai ke chapel St.Dominic Tambulion pada pukul 10.10 pagi , rombongan St.William disambut dengan meriah dan penuh kegembiraan oleh umat di sana. Seterusnya Misa diteruskan oleh Rev.Fr Wiandigool. Selesai sahaja misa , umat dijemput makan di Dewan chapel , dan seterusnya persembahan-persembahan dan perkongsian dilakukan. Acara di St.Dominic Tambulion selesai pada pukul 2.00 petang. Semua belia letih dan tidak cukup tidur , tetapi wajah-wajah kepuasan dan keseronokkan adalah yang terpancar.




Hidup di dunia ini ,kita tidak dapat mengelak daripada kesusahan. Seperti Tuhan Yesus yang memikul salib beliau ke Bukit Golgota. Kesusahan ataupun penat lelah belia dalam melayani Salib Belia pada hari tersebut tidak lah sia-sia begitu sahaja, kerana saya percaya Tuhan memberkati setiap peribadi yang meluangkan masa dalam melayani Salib Belia pada malam itu dan hari seterusnya , bagi saya sendiri, walaupun tidak dapat turut serta dalam persiapan seminggu tetapi jiwa dan semangat untuk membuat persiapan dan menyambut salib Belia itu di sini (tempat kerja)adalah amat berkobar-kobar dan penuh kesungguhan dan tidak sabar-sabar, kerana saya percaya Tuhan mempunyai caraNya sendiri untuk menunjukkan keberkatanNya terhadap yang bersusah payah , menyumbangkan tenaga, wang ringgit dan apa jua jenis sumbangan.
Tuhan memberkati kita semua.

Jika panjang umur , kita akan berjumpa di SYD3 2012 di Tambunan. Jumpa di sanaaa.

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP